Ratusan Massa Ontrog Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Tuntut Keadilan Anak Yatim

 Ratusan Massa Ontrog Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Tuntut Keadilan Anak Yatim

 

LEUWISADENG I fajarbogor.com - Ratusan warga peserta aksi demontrasi ke Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, di picu oleh dugaan kasus penganiyayaan yang di lakukan Kepala Desa (Kades) Kalong 2 Suhada, terhadap warganya yang masih bocah bernama Anwar Sanusi (15).

Aksi solideritas sesama warga korban penganiyayan, menutut camat dan Kapolsek setempat agar segera memproses pelaporan yang di lakukan kelurga korban ke Polres Bogor belum lama ini. Ada pun dugaan penganiyayan terhadap anak yatim di lapangan Sepak Bola Kalong terjari pada 21 Agustus 2018 kemarin. Tanpa jelas alasanya, tiba-tiba kades itu melakukan penganiyayan di pinggir lapangan.

" Pihak kecamatan dan kepolisian setempat, agar mendorong kasus tindak pidana penganiayaan terhadap anak yatim dibawah umur oleh oknum kepala Desa Kalong II, berinisial (S) (yang di ketahui Suhada,red)" tehas Rohim (65)  koordinator aksi, Senin kemarin.

Dia mendesak, agar dugaan kasus penganiyayaan oleh pimpinan desa kepada warga harus tuntas. Oleh karena itu, baik pihal kecamatan mau pun kepolisian sektor setempat agar membantu persoalaan itu hingga tuntas. Sehingga hal serupa tidak terjadi menimpa warga lainnya.

"Kasus ini harus dituntaskan serta dilanjutkan proses hukumnya, yang mana saat ini sedang diproses di PPA Reskrim Mapolres Bogor,"ujarnya.

Selain meminta sangat agar dugaan penganiyayaan di tuntaskan. Kordinator aksi pun membeberkan praktek dugaan korupsi dengan melakukan penyelewengan dana Rutilahu bagi warga.

" Termasuk untuk dilakukan audit dari BPKP program pembangunan betonisasi infrastruktur dari Dana Desa (DD)," beber Rohim

Di lokasi sama, Kapolsek Leuwiliang Kompol, Surdin Simangunsong menjelaskan, soal aksi massa untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan dugaan penganiyayan warga oleh kades, sudah di beritahukan sebelumnya.

"Sebelumnya sudah beritahukan kepada kita. Dengan menyampaikan sesuatu yang diduga adanya pelanggaran terhadap kepala desa kalong ll. Sejauh ini masih proses penyelidikan yang nantinya ada hasil, bahwa pemanggilan kepala desa itu harus berdasarkan prosedur dan harus izin dari bupati dulu,"jelasnya.

Prosesnya kasus itu pun, kata dia, dalam tahap penyelidikan petugas kepolisian untuk mengungkap dan di kembangkan. 

"Masih tahap penyelidikan untuk di kembangkan, nanti progresnya gimana hasil penyelidikan yang telah dilakukan," terangnua.

Pihaknya menegaskan, selama proses penyelidikan Kades Kalong II belum berstatus tersangka.

"Karna masih tahap penyelidikan yang nantinya ada keterangan ahli, Saksi dan petunjuk dari keterangan lainnya,"imbuhnya.

Sementara, Camat Leuwisadeng Pepep Hamdi, sebelumnya menyampaikan masalah dugaan penganiyayaan anak buahnya kepada warga sudah selesai melalui jalur musyawarah kekeluargaan. Namun dengan adanya aksi warga, dia pun sangat mengapresia berjalanya demontasi yang berlangsung kondusif.

"Aspirasi yang disampaikan warga kepada kepala desa kalong 2, saya pikir itu sesuatu hal yang wajar dan patut kita hargai, tapi tentu saja mereka menyampaikan aspirasinya tidak dengan anarkis dan santun. Karna itu perlu kita perlakukan dan kita tanggapi dengan baik. Masyarakat menyampaikan dengan beberapa tuntutan dan akan saya antar untuk menyembatani sebagai rasa tanggung jawab,"janji camat.

Masalah yang kini dalam proses penanganan dari Polres Bogor, sambungnya, sudah di tindak lanjuti dan aspirasi warga secara masal melalui demo, juga akan di sampaikan kepada Bupati Bogor.

" janjinya. Kegiatan unjuk rasa ini, Alhamdulillah bisa berjalan dengan tertib.Harapan saya Aspirasinya bisa ditindak lanjuti karena Kapolsek juga sudah melakukan kordinasi via telpon ke Polres agar ada tindak lanjutnya," katanya.

Reporter: Akhtar Rendra

Editor : Asep Saprudin