Renungan, Catatan Hari Peran Ibu Dipenghujung Tahun 2019

Renungan, Catatan Hari Peran Ibu Dipenghujung Tahun 2019

Penulis : Siti Maelani S.M

(Wakabid Kesarinahan DPC GMNI Bogor)

MASIH DALAM suasana peringatan hari Ibu yang kerap diperingati pada 22 Desember. Menjadi sebuah catatan dan renungan diakhir tahun 2019 ini, yang telah mendekati tahun 2020 mendatang. Bagai mana peran seorang Ibu yang rela mempertaruhkan nyawa serta iklas dan penuh sabar membesarkan serta menididik anak-anaknya.

Sadar tidak sadar peran Ibu memiliki andil besar bagi kelangsungan masa depan bangsa. Sehingga negeri ini pun sangat bergantung pada sosok Ibu. Maka dalam ungkapan Bung Karno menyampaikanbahwa “Perempuan itu tiang negeri. Manakal baik perempuan, baiklah negeri ini. Manakala rusak perempuan, rusaklah negeri.”

Jika coba memahami pesan sang Proklamator, artinya perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga perempuan menjadi tolak ukur baik buruknya suatu bangsa

Mungkin dapat disimpulkan, jika seorang Ibu menjadi sosok perempuan yang dapat melahirkan generasi penerus berwatak Pancasila. Hemat saya, hari ibu merupakan peringatan untuk mengingat peran seorang Ibu, baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan sosialnya.

Bahkan banyak sekali para Ibu dizaman ini berani mengambil peran ganda ditengah keluarga. Dalam artian bukan saja mengurusi urusan rumah tangga, melainkan juga sekaligus jadi tulang punggung keluarga. Mereka pun kerap bergelut dengan fokus antara karir dan menjalankan urusan rumah tangga. Hal itu pun memerlukan manajemen waktu tingkat tinggi.

Namun hanya mengingatkan, jika peran ibu dalam keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak. Maka fokus terhadap perkembangan anak menjadi sangat penting. Mulai dari merawat, mendidik dan mengarahkan pengembangan bakat anak lebih dominan terhadap peran seorang ibu.

Jadi jaga keseimbangan waktu antara karir dan kepentingan keluarga. Begitulah hebatnya peran Ibu, bukan saja dalam keluarga tapi untuk masa depan negeru ini. Maka sejatinya Ibu itu harus dimuliakan.

Meskipun realitanya masih ada kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga baik fisik mau pun verbal terhadap Ibu rumah tangga. Namun tiap tahunnya, jumlah aduan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga mengalami pengurangan.

Berdasarkan data P2TP2A Kota Bogor pada tahun 2017 lalu, tercatat sebanyak 134 aduan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kemudian di tahun 2018 kemarin terdata sekitar 108 aduan dan untuk Januari-Februari 2019 sekarang baru 93 aduan yang tercatat.

Menurut Ketua P2TP2A Kota Bogor, Mutia Qoriana menyebutkan bahwa, dari aduan kasus yang masuk masih didominasi oleh kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Semoga ditahun 2020 mendatang, angka kekerasan dalam rumah tanga nihil.

Diharapkan peran Pemerintah Kota Bogor lebih intensif melakukan upaya pencegahaannya. Dengan adanya data kasus aduan kekerasan dalam rumah tangga tersebut, dapat disimpulkan bahwa selama 93 kali memperingati perayaan hari ibu, makna dari peringatan tersebut belum tersampaikan dengan baik khususnya di Kota Bogor.

Perayaan dikesankan hanya sebagai selebrasi semata tanpa mendalami makna yang terkandung dalam perayaan hari ibu tersebut. Saya pun mengajak kepada masyarakat agar hari Ibu tahun ini idak hanya dijadikan moment selebrasi semata.

Namun, sebagai ajang untuk lebih menyadari betapa besar peran seorang ibu dalam kehidupan berkeluarga, termasuk dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Jadi sewajibnya kita menghormati, menyayangi dan memulikan Ibu, sebagaimana Ibu ikhlas dan sabar menjaga serta membesarkan dan mendidik kita. Maka sambutlah tahun baru 2020 yang sudah didepan mata dengan menanamkan semangat dengan rasa iklas serta menjunjung nilai-nilai kasih sayang.

Lalu wujudkanlah cita-cita mulia yang diwariskan para pejuang bangsa. Maka Ibu pun akan tersenyum bangga menyaksikan keberhasilan anaknya. Ingat, seorang Ibu tidak pernah meminta imbal jasa pada anak-anak yang telah dilahirkannya. Tapi para Ibu hanya menuntut satu hal, yaitu melihat anaknya menjadi manusia yang berguna bagi agama, bangsa dan negaranya.