Ruhiyat Sujana: Ditengah Dugaan Politik Tabur Uang, Inilah Kemenangan Iklas Mayarakat

Ruhiyat Sujana: Ditengah  Dugaan Politik Tabur Uang, Inilah Kemenangan Iklas Mayarakat

Bogor- Masih segar dalam ingatan, sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 legislatif dan Pilpres yang sudah dilangsungkan 17 April kemarin. Seorang Caleg pusat 2019 terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti berupa uang untuk serangan fajar.

Peristiwa itu pun kian menguatkan jika ditengah kontestasi Pileg tahun ini, disinyalir juga ada Caleg yang menggunakan jurus klasik serangan fajar dengan tabur-tabur uang.

""Politik yang baik tidak menghalalkan cara",ungkap Ruhiyat Sujana, Caleg Demokrat Dapil IV untuk DPRD Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Caleg berlatar belakang aktivis itu mengaku prihatin dengan adanya dugaan praktek mony politik yang sudah jadi rahasia umum. Bahkan pada pemilu sekarang, kata dia, ditengah persaingan sengit para kontestan dalam memprebutkan kursi dewan, politik tabur uang terjadi dengan masif.

"Pertarungan pileg 2019 cukup keras dimana money politik cukup masif terjadi, ini menjadi catatan tersendiri bagi saya kedepan,"tegasnya.

Diakui Ruhiyat Sujana yang memiliki garis keturunan dengan KH Soleh Iskandar, tokoh pejuang yang mengomandani pasukan Hisbullah dimasa penjajahan, selalu mengkampanyekan politik cerdas kepada masyarakat.

"Karena niat baik itu harus berbading lurus dengan cara-cara yang baik jua,"imbuhnya. Menurutnya, politik itu mulia jika prosesnya dilakukan dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai aturan.

Sehingga ayah dua anak yang kerap melakukan aksi parlemen jalanan itu, membulatkan niat dengan cara berikhtiar menjadi penyambung lidah masyarakat di gedung DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024.

"Butuh waktu 3 bulan membangun perangkat tim pemenangan dan relawan yang solid. Tentunya setelah adanya dorongan dari sejumlah kalangan, termasuk rekan-rekan diorganisasi,"terangnya.

Kendati demikian, bagi aktivis yang rajin menyuarakan nasib kaum papa itu mengatakan, dengan menjadi kontestan pada Pileg sekarang, bukan soal menang atau kalah.

Sebab bagi dirinya kemenangan itu milik masyarakat. Terpentinghemat dia, berproses dalam demokrasi dengan niat Ikhlas,cara Ikhlas, relawan Ikhlas dan pendukung Ikhlas.

"Karena politik itu baik. Spiritnya kebersamaan menjadi modal dan kunci dalam setiap gerakan politik dalam menghimpun simpatik masyarakat dengan mengenyampingkan cara yang tidak elok. Untuk itu tim selalu diingatkan soal etika dan cara yang sehat,"terangnya.

Pada prinsifnya dengan masuk dalam politik praktis, Ruhiyat Sujana, yang hampir menghabiskan waktu hidup untuk melakukan kegiatan sosial, kegamaan, pemberdayaan, pengkaderisasian, advokasi dan lainya, hanya merubah cara dalam memprjuangkan nasib serta mengawal aspirasi masyarakat.

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada warga yang ikhlas mewakafkan suaranya, maka saya akan menjaga betul suara-suara ikhlas tersebut dan raihan suara tersebut menjadi kebanggan tersendiri,"katanya.

Kendati demikian, Caleg Demokrat yang berpeluang lolos ke gedung dewan tersebut, berpasrah diri kepada Allah SWT terkair hasil ikhtiar politiknya dengan menunggu pengumaman resmi KPUD.

Asep Saprudin