Simulasi Pemilu 2019, Kantor KPU Sukabumi Mendadak Dikepung Massa

Simulasi Pemilu 2019, Kantor KPU Sukabumi Mendadak Dikepung Massa

 

Sukabumi- Kendaraan water canon dan beberapa armada kendaraan pemadam kebakaran di turunkan kelokasi aksi unjuk massa yang mulai beringas di halaman gedung KPU Kota Sukabumi, Jum'at (15/2) kemarin.

Ribuan aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Polres Sukabumi Kota, Yon Armed 13, Kodim 0607 Kota Sukabumi dan unsur Pemda Kota Sukabumi, melakukan penghalauan massa dengan membentuk formasi pagar betis pertahanan yang dilengkapi tameng huru hara.

Sementara massa aksi yang sudah mulai liar itu terus merangsek memaksa masuk ke gedung KPU. Suasana dilokasi pun sangat mencekam serta gesekan pun tidak bisa dihindari hingga mengundang perhatian warga sekitar.

Beruntung peristiwa itu hanyalah rangkaian simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Gudang Logistik KPU Kota Sukabumi di Jalan Cemerlang, Jumat (15/2). Kegiatan juga dihadiri Kepala Staf Resimen Armed 2, Letkol Arm. Didik Harmono dan Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri berjalan sukses sesuai dengan tahapan yang ditentukan.

Perlakuan persuasif sampai tahapan penindakan tegas terhadap kelompok pengunjukrasa yang mengganggu kemanan dan ketertiban diperagakan. Simulasi ini juga dilengkapi dengan kendaran water canon dan pemadan kebakaran.

Didik mengatakan, dilaksanakan simulasi ini untuk melatih anggotanya dalam rangka melakukan kegiatan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019. Juga memantapkan dalam berkordinasi dengan keamanan dari unsur lainnya.

“Dengan latihan ini diketahui tahapan prosedur, siapa berbuat apa, siapa berkordinasi dengan siapa dan siapa bertang gungjawab kepada siapa,” ujarnya usai simulasi.

Didik mengatakan, keterlibatan TNI dalam pengamanan Pemilu 2019 sudah diatur dalam Undang-undang No 34 tahun 2004 tentang TNI. Selain operasi militer perang, tugas pokok TNI lainnya adalah operasi militer selain perang yakni membantu pemerintah daerah, kepolisan dalam kemanan dan ketertiban masyarakat.

“Jadi, ini tugas kami dalam rangka membantu pemda , KPU, Bawaslu juga polisi dalam rangka Kamtibmas. Keterlibatn TNI untuk hal ini ada prosedur dan tahapannya,” kata dia.

Dijelaskan, Satuan Yon Armed 13 Cikembar merupakan salah satu dari tiga batalyon yang berada di bawah Resimen Armed 2 Kostrad Purwakarta. Dua batalyon lagi yakni, Yon Armed 9 Purwarka dan Yon Armed 10 Bogor. Total keseluruhan anggota yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2019 sekitar 1200 orang. Sementara khusus Yon Armed 13 Cikembar sekitar 600 orang.

“Yon Armed 13 memang utamanya membantu pengamanan di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau dibutuhkan juga disiapkan membantu di seluruh titik di seluruh Indonesia. Karena Kostrad merupakan pasukan cadangan yang disiapkan jika terjadi gangguan keamanan di seluruh Indonesia,” ungkap Didik.

Dia berharap, tahapan Pemilu 2019 di tanah air berjalan dengan aman dan lancar. Namun, jika terjadi hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, maka pasukan dari Yon Armed aka turun.

“Dilakukannya latihan agar tidak ada keraguan bagi seluruh parjurit dalam rangka mengambil tindakan sesuai dengan tahapan dan udang-undang yang berlaku,” tegas Didik.

Harian Sederhana/Asp