Soal Limbah Pabrik Cemari Sungai Cileungsi, Ini Kata PT Kahaptex

Soal Limbah Pabrik Cemari Sungai Cileungsi, Ini Kata PT Kahaptex

Foto: Petugas KLH sedang mengambil sempel air di Sungai Cileungsi

CILEUNGSI |fajarbogor.com- Dugaan pencemaran limbah pabrik PT Kahatex di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan sejumlah kalangan. Bahkan, belakangan ini menjadi viral yang ramai di perbincangkan di dunia maya.

Menanggapinya, Susi,  Factory Manager PT Kahaptex menjelaskan, perusahaan tekstil yang di naunginya telah mengikuti aturan. Berkaitan dengan warna air kehitaman serta mengeluarkan aroma tidak sedap di Sungai Cileungsi,dia pun berpendapat perusahaanya telah mengikuti parameter yang di tetapkan.

“Ada sembilan parameter baku mutu yang ditetapkan , dan kami telah sesuai dengan baku mutu itu,"ujarnya.

Dijelaskanya, air sisa produksi  telah diproses terlerbih dahulu dalam instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sehingga baku mutunya telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Perusahaan kita mempunyai IPAL, dan hasil uji laboratorium telah menujunjukan bahwa semua parameter baku mutu telah sesuai dengan aturan. Namun banyak masyarakat yang memandang bahwa perubahan warna merupakan salah satu pencemaran sungai, akhirnya PT Kahaptek pun fokus untuk memperbaiki air limbahnya agar tak berwarna,"terangnya.

Dia menambahkan, PT Kahaptex telah bekerjasama dengan konsultan IPAL guna menjernihkan air sisa produksi. Air sisa itu, kata dia, di olah melalui proses Waste water treatment plant (WWTP) secara mikrobiologi, dimana proses ini menggunakan mikroba sehingga warna air bisa jernih kembali.

“Silahkan dicek, yang menjadi penyebab tercemarnya Sungai Cileungsi ini bukan perusahaan kami. Apalagi, banyak perusahaan yang berdiri disekitar Sungai Cileungsi ini,"imbuhnya.

 Sementara, Sigit Walgito, petugas Ditjen Pengendalian dan Pencemaran Air pada Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menambahkan, perbedaan warna dari air limbah yang dibuang ke sungai, bukan berarti menunjukan pencemaran.

“Untuk melihat sungai tercemar atau tidak, kita harus buktikan dengan uji laboratorium terlebih dahulu,” ungkapnya saat melakukan penelusuran Sungai Cileungsi kemarin.

"Lalu jika hasil uji laboratorium menunjukan bahwa air limbah tersebut tidak sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan, maka baru dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pencemaran,"tukasnya.

Toro I Asep Saprudin