Terkait Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Oleh PPK, Bawaslu Jabar Turun Tangan Lakukan Pemeriksaan

Terkait Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Oleh PPK, Bawaslu Jabar Turun Tangan Lakukan Pemeriksaan

BOGOR I fajarbogor.com- Menindaklanjuti laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang di sinyalir di lakukan PPK Citeureup dan Perbedaan data DPTB yang terdaftar di rekapitulasi 2019 dengan DPTB yang ada dalam rekapitulasi pilbup 2018.

Komisioner Panswaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah menjelaskan pemeriksaan sudah di lakukan.

“Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 28/7/2018 sampai 29/7/2018, dan yang memeriksa dari Bawaslu Jabar yakni H. Yusuf Kurnia,” ujar Irvan saat ditemui awak media sekitar pukul 22.15 WIB, diruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, rata-rata para pelapor dan terlapor, hingga saksi diperiksa minimal 120 menit setiap orangnya.

“Untuk saksi dari paslon nomor tiga yaitu,!• Amin Sugandi, Asep Ashary, Eko Wandoyo, Toto Sunarto, dan Encang,” kata Irvan.

Ia menjelaskan, untuk terlapor yang diperiksa dari KPUD Kab. Bogor adalah Kasubag Program KPU Ukarman, Komsioner Ahmad Munjin yang membawahi Divisi Pemuktahiran Data Pemilih.

“Dan hasil baru bisa diketahui lima hari setelah pelaporan diregistrasi hari Jumat 27/7, dan hari Selasa tanggal 31/7 baru keluar hasilnya,” singkatnya.

Pantauan dilokasi, hingga pukul 22.56 WIB, pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Jabar masih berlangsung. Korban pemalsuan tanda tangan oleh oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Citeurep, melaporkan kasusnya ke Polres Bogor.

Dengan didampingi Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor urut tiga yakni Jajang Furqon.

“Hari ini kami melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Citeureup karena memalsukan saksi pasangan nomor 3, di dalam dokumen rapat pleno perubahan Polres Bogor.

Kami  minta pemalsuan tanda tangan saksi diusut secara tuntas karena selain bentuk kriminal murni ini juga ada indikasi kecurangan,” ujar Jajang Furqon kepada wartawan, 25 Juli 2018.

Dia menerangkan, pemalsuan tanda tangan saksi pasangan JADI yaitu Toto Sunarto terjadi usai rapat pleno perubahan PPK Citeureup dan kebetulan saat itu saudara Toto tidak hadir karena sedang sakit.

“Kami baru tau adanya pemalsuan tanda tangan dan ternyata ada perubahan data pemilih tambahan yang jumlahnya kurang rasional atau tidak sesuai mekanisme yang tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU),” terangnya.

Terkait masa waktu permasalahan pemilu yang melebihi batas waktu, Jajang mengaku, diarahkan untuk membuat laporan terlebih dahulu ke Panwaslu dan penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Memang laporan dugaan pemalsuan tanda tangan ini melebihi batas waktu, tapi ini karena Toto Sunarto mengalami kecelakaan lalu lintas hingga baru bisa melaporkan kasus ini,” beber Jajang.

Senada, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bogor Nur Amin menyatakan dugaan laporan kecurangan atau kriminal murni ini juga akan menjadi bukti dalam gugatan persilisihan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Laporan ini akan menjadi bukti tambahan atau pelengkap dugaan ketidak becusan atau tidak netralnya para penyelenggara pemilu di Bumi Tegar Beriman,” kata Nur Amin.

Ia mengaku, seusai mendapatkan arahan dari Polres Bogor, pihaknya langsung bergerak ke kantor Panwaslu Kabupaten Bogor dan melaporkan kasus ini.

“Laporan ini sudah diterima dengan Nomor: 037/LP/PB/Kab/13.13/VII/2018 oleh salah satu komisioner Panwaslu Kab. Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Toto Sunarto menjelaskan pemalsuan tanda tangan di rapat pleno perubahan atau perubahan data pemilih tambahan ini baru diketahui oleh dirinya setelah dirinya dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Citeureup Alex.

“Ada perubahan data pemilih khususnya pemilih tambahan ini tidak pernah saya tanda tangani, saya pastika  randa tangan saya dipalsukan oleh oknum PPK Citeureup,” jelas Toto.(*)

Asep Saprudin