Viral Anggaran Sewa Piring 183 Miliar, Admin SURGA BOGOR Dapat Jawaban Mencerahkan Dari Ketua DPRD

Viral Anggaran Sewa Piring 183 Miliar, Admin SURGA BOGOR Dapat Jawaban Mencerahkan Dari Ketua DPRD

 

Penulis : Susilo Utomo

(Penggiat Medsos Pengelola SurGa Bogor)

BELAKANGAN ini dunia maya tengah heboh mempergunjingkan soal nilai anggaran fantastis untuk sewa piring sebesar Rp 183 miliar di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor. Para netizen yang mengetahui anggaran tersebut dari pemberitaan media pun beragam memberikan tanggapan, termasuk para anggota grup medsos Suara Warga (SurGa) Bogor yang saya kelola.

Ada yang sekedar ikut nyinyir, juga ada yang menyoroti kritis besarnya anggaran yang disebut-sebut untuk sewa piring yang dinilai terlalu besar. Pun juga ada netizen yang menyampaikan komentar secara bijak yang menyampaikan saran harus cari unsur objektifitas kejelasannya.

Setelah mempertimbangkan dan adanya masukan, akhirnya ditengah agenda padatnya saya pun meminta waktu luang ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. Ternyata yang bersangkutan selalu open menyisihkan waktu ditengah kesibukannya.

Singkatnya, saya pun menkonfirmasi langsung adanya kabar anggaran sewa piring yang ramai di jagad maya sebesar Rp 183 miliar yang kononnya angka itu keluar dari mulut pimpinan dewan. Mendengar itu, ekspresi Rudi seperti orang tengah kaget dan meluruskan kabar tersebut.

" Saya mengklarifikasi bahwa tidak ada statement saya bahwa sewa piring sampai 183 miliar, yang benar adalah Pagu anggaran Setda 183 miliar karena terkait DOB Bogor Barat dimasukkan anggaran pembelian lahan untuk Ibukota baru,dan pada saat media menanyakan ada yang janggal tidak?," jelasnya.

"Saya pun menjawab bukan janggal,tapi harus lebih selektif lagi contoh sewa Mangkok atau piring 50 jutaan dan banyak sewa kursi, tenda dll. Bukan hanya di Setda tetapi dinas lainnya juga, kenapa kok tidak beli saja supaya dapat dimanfaatkan lebih lama dan menjadi aset pemda," imbuhnya.

"Intinya itu, Jadi karena ada kesalahan kutip dari salah satu rekan media dan dikutip media lainnya tanpa klarifikasi ke narasumbernya dulu. Tapi pada prinsipnya saya tidak akan menempuh jalur hukum apapun,tetapi secara kekeluargaan dengan wartawan media tersebut,karena ini cukup manusiawi kesalahan kutip”. sambungnya.

Begitulah yang disampaikan oleh ketua dewan, semoga dapat bermanfaat dalam dalam meluruskan adanya persepsi anggaran yang tengah hangat diperbincangkan. Ada pun upaya ini dilakukan bertujuan untuk mengkonfirmasi, khususnya bagi warganet yang tergabung di SurGa Bogor.

Dalam arti perlu saya tegaskan, tidak ada unsur kepentingan lain dalam usaha mempertanyakan langsung kepada ketua dewan, tapi kepentingan bersama dalam membaca, menelaah, mencermati dan menyimpulkan berdasarkan nilai-nilai objektifitas. Tujuannya ialah, agar jawaban yang didapat cukup mencerahkan. .

Pesan saya, tetaplah jadi netizen yang kritis, cerdas, objektif, solutif dan membangun. Supaya kepekaan kita dengan bersuara dapat menjadi bagian dari perubahan dalam perbaikan. Sehingga penyelenggaraan pemerintah berjalan sesuai koridor, imbasnya dapat memakmurkan masyarakatnya.

Dan saya pun menyampaikan amanah dari sejumlah warga atau pun netizen, semangat terus untuk wakil rakyat di parlemen, termasuk petinggi dewan dan petinggi eksekutif dalam melakukan ikhtiar menuju peningkatan pembangunan menuju Kabupaten Bogor, bumi Tegar Beriman yang ber Keadaban.

Wabil khusus jelang pembahasan RAPBD, kami mengingatkan, jangan sampai ploting anggaran-anggaran yang seyogya nya bisa dipakai untuk kesejahteraan masyarakat, malah dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang mubazir, bahkan menjadi bancakan. Kami yakin bahwa Kabupaten Bogor, mewujud jadi daerah termaju nan makmur.

Menanggapi pernyataan Ketua Dewan yang disampaikan Susilo Utomo, Admin grup SurGa Bogor, Sektetaris Perhimpunan Masyarakat Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung Pangrango (SAGEDE Pangrango), Acil, mengaku penyampaian tersebut cukup mencerahkan.

"Ya, kami apresiasi dengan sikap dewan yang amat aspiratif dan mau meluangkan waktu, apalagi ini menyangkut pencerahan soal anggaran yang sedang viral. Maklum diera medsos sekecil apa pun informasi menyebar secepat kilat. Jadi perlu pelurusan dengan menjelaskan,"ujar Acil yang didampingi Ketua SAGEDE Pangrango, Asep Rendra, Selasa (12/11/2019).

Apalagi, sambungnya, anggaran yang jadi sorotan diruang publik itu bersumber dari duit rakyat. Maka hal wajar jika angka itu banyak yang mempertanyakan, teruma di medsos yang menjadi ruang ekspresi masyarakat. Untuk itu, kata dia, diharapkan komunitas SurGa Bogor mampu menjabatani aspirasi maupun warga.

"Harus dan menurut saya sangat bagus. Karena di zaman medsos ini suara masyarakat tidak bisa dibendung. Penyebarannya pun secepat kilat. Sehingga dengan begitu komunikasi terjaga, penyelenggaraan pemerintah terlaksana baik," hematnya.