Waduh Satu Kampung di Pamijahan Terkena DBD!

Waduh Satu Kampung di Pamijahan Terkena DBD!

Pamijahan Fajar Bogor.com--Gigitan nyamuk Aedes aegypti perlu diwaspadai. Meskipun daerah Kecamatan Pamijahan daerah penggunaan yang cuaca dingin.

Namumumnyamuk yang mematikan itu masih saja menembus cuaca disana. Seperti kejadian penyakit DBD mewabah ke tiga desa yang ada di Kecamatan Pamijahan; Desa Pamijahan, Ciasihan, dan Ciasmara. 

 

Kendati demikian kejadian itu menurut Kapala Puskemas dr Sista kejadian itu belum dikatakan sebagai kejadian yang luar biasa. Sista beralasan pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan hasil lab dari para pasien yang di rawat di Puskesmas dan RSUD Leuwilliang.

 

"Kita akan kumpulkan data hari ini dan rencana nya setelah terkumpul data hasil lab pasien dan juga mengumpulkan data maksimal 30 rumah dari tiga desa itu mengumpulkan jentiknya baru setelah itu akan kita bawa ke Dinas Kesehatan apakah itu merupakan kejadian yang luar biasa,"ujarnya Minggu (14/10/2018)

 

Senin pun kita akan, sambung dia melakukan fogging di tiga desa yang teken penyakit itu.

 

"Besok (Senin hari ini) kita akan melakukan fogging khusus di wilayah yang tekena penyakit ini dan desa lain yang ada di kecamatan Pamijahan,"katanya. 

Dia mengatakan, wilayah Kecamatan Pamijahan sendiri sebenarnya wilayah yang tidak rentan terkena penyakit DBD. Kemungkinan menurut dia hal itu berasal dari pendatang.

"Wilayah Kecamatan Pamijahan kan ini penggunungan seharusnya nyamuk Aedes aegypti ini jarak menembus cuaca yang berada disekitar pengunungan,"kata Sista. 

Sementara relawan Kesehatan dari Serikat Rakyat Miskin Kecamatan Pamijahan (SRMP) Komeng mengantakan bahwa dirinya saat ini telah membantu warga yang terkena penyakit DBD sejak 2 hari yang lalu.

"Yang saya bawa ke RSUD Leuwiliang ada 5orang satu rt nama Alamatnya kampung legok sirna( cilengkong) pamijahan rt 03/05 Ustadz ibrohim(60), ibu endah SA'diyah,(50) ibu Hani (45),septy khumaerotul wapda,(3) nindi(6)"bebernya.

"Yang dua di rujuk karena cukup serius dan yang d rsud tiga orang dan yang duanya udah pulang dan satu lagi yang d rawat itu satu rt dan satu kampung,"tambahnya. Untuk yang desa lain kata Komeng, dirinya belum mengetahui pihaknya bersama anggota SRMP akan mendata lagi.

"Kemungkinan yang desa lain dibawa oleh pihak desanya. Saya di berharap kasus ini segera mendapatkan perhatian khusus dari dinas kesehatan,"pungkasnya. Akhtar Rendra