Warga Menyoal Aroma Bau Tak Sedap Kandang Ayam Cilembar

Warga Menyoal Aroma Bau Tak Sedap Kandang Ayam Cilembar

Bogor- Warga menyoal kandang ayam potong di Kampung Cilembar RW06, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang kerap menebar bau tak sedap. Warga setempat meminta pemerintah jangan menutup mata dengan keberadaan kandang ayam yang dikeluhkan baunya tersebutm .

“Ini sudah menimbulkan pencemaran udara dan pencemaran lingkungan karena dampak dari proyek peternakan ayam sehingga mengundang banyaknya lalat bertebaran masuk ke rumah-rumah warga, apalagi pas dimusim ujan,” ungkap Ustadz Al Haidar,perwakilan dari masyarakat setempat, Kamis (24/9/20).

Masih kata Ustadz Haidar, pencemaran yang terjadi di dua RT, yaitu RT 01 dan RT 02 RW 06, sudah lama berlangsung dan warga juga lama mengeluhkan. Kondisi itu pun sempat disampaikan kepada pengelola.

“Namun dari pihak pengurus proyek ayam menjawab akan menyampaikan kepada penanggung jawab proyek, padahalterbukti bau busuk serta lalat masih terus terjadi seperti tanpa ada upaya dari pihak pengelola karena tidak peduli dengan dampak lingkungan yang merugikan warga sekitar,"kesalnya.

“Selain bau tak sedap yang terus mengganggu kenyamanan, juga keberadaan lalat sangat mungkin mengganggu kesehatan warga sekitar, karena lalat yang identik dengan tempat kotor kerap bermunculan dalam jumlah makin banyak,” tambah Ustadz Haidar .

“Kita semua tahu bahwa lalat dimanapun termasuk proyek penggemukan ayam doc ini menjadi media pembawa penyakit selain mengakibatkan anak tidur tidak nyenyak karena dihinggapinya, lalat akan hinggap di tempat kuman berada lalu hinggap dalam makanan atau minuman yang akan dimakan dan diminum warga, ini jelas secara tidak langsung proyek ayam adalah penyebabnya,” geram Haidar.

“Saya mewakili masyarakat Kampung Pasirmenjul dan Kampung Cilembar dengan ini keras meminta pihak Pemerintahan Daerah, baik Bupati maupun Dewan Perwailan Rakyat di Cibinong agar menyikapi permasalahan di kampung kami, tolong sampaikan kepada pengusaha jangan hanya mengambil untung dengan mengabaikan dampak terhadap lingkungan, terlebih kami menduga bahwa kelengkapan perizinannya tidak lengkap sempurna,” pintanya.

Di tempat terpisah, senada dengan Al Haidar, Ketua Karang Taruna Desa Pasirjaya, Hermawan alias Obeng mengaku mendapat pengaduan.

“masyatakat Cilembar mengadu ke saya selaku Ketua Karang Taruna bahwa mereka merasa terganggu kenyamanannya terutama pada saat pembakaran batu bara, nafas terasa pengap,” ungkap Hermawan.

Di lokasi peternakan, Wasmo, selaku Kepala Kandang yang mengurus 6 kandang ayam dengan total sekitar 25 ribu ekor ayam dan belum termasuk 3 kandang lainnya, mengatakan akan berkoordinasi dengan kantor pusat untuk melakukan perbaikan kondisi di lapangan.

“Masalah bau pengap batu bara akan digantikannya oleh listrik atau gas, masalah lalat yang selama ini diatasi dengan serbuk ditaburkan akan diganti dengan obat semprot, dan masalah bau tahi ayam yang menurutnya hanya kadang – kadang jika hujan menguap, akan diatasi dengan zat kimia penghilang bau,” ungkap Wasmo, singkat, Kamis (24/9/20).

Tidak jauh dari lokasi Wasmo, masih terdapat kandang ayam yang berada dibawah Ajay selaku Kepala Kandang, namun untuk menuju lokasi, agak sulit dijangkau dengan kendaraan roda dua karena jalan yang belum diaspal dengan bebatuan terjal.

Liputan: Egy Firmansyah

Editor : Asep Saprudin