Wasto : Kasus Perceraian Di Kabupaten Bogor Masih Banyak Di Wilayah Industri

Wasto : Kasus Perceraian Di Kabupaten Bogor Masih Banyak Di Wilayah Industri

BOGOR I fajarbogor.com- Angka kasus perceraian muda di Kabupaten Bogor masih memprihatinkan. Paling banyak yakni di wilayah Industri seperi Citeurep, Gunung Putri dan Klapa Nunggal.

Hal itu di ungkapkan Wasto Sumarno, Ketua Komisi VI DPRD Kabupaten Bogor yang mengungkapkan, faktor perceraian tersebut di picu faktor ekonomi, kekerasan rumah tangga(KDRT), dan terkahir perselingkuhan.

"Tentu fenomena sosial ini, harus jadi perhatian pemerintah pusat, dan daerah bahwa teryata diberbagai daerah yang saya jumpai  sangat tinggi perceraian dan teryata rata rata lama usia pernikahan itu 2- 6 tahun dan usia mereka yang bercerai 20 sampai 30 tahun usia itu sangat rentah mereka membawa anak kecil, dan rata rata itu gugat cerai dari perempuan,"ujar Minggu 13 Mei 2018.

Sayangnya politisi PKS itu tidak menyebutkan jumlah angka kasus perceraian pada 2018 ini. Kendati demikian, pihaknya berharap Jangan sampai fenomena sosial ini menjadi gunung es tanpa pernah didiskusikan.

" ini harus jadikan gerakan bersama untuk diperhatikan jangan jadi fenomena gunung es yang tidak pernah didiskusikan. Pemerintah harus benar-benar menangani kasus percerain muda,"kata Wasto.

Wasto menyampaikan akibat kasus percerain muda yang disebabkan tiga faktor tadi, (ekonomi, KDRT, perselingkuhan) tentu akan berdampak pada bonusdemografi/ Indonesia emas pada masa mendatang.

"Anak mereka bagaimana mau bersaing pada masa indonesia emas, sedangkan mereka jadi broken home korben perceraian,"pungkasnya.

Wasto berharap untuk mengurangi angka perceraian pemerintah segera melakukan penyuluhan mulai penyuluhan kepada pasutri usia muda, usian matang," dan terakhir penyuluhan kepada korban perceraian," Agar mereka yang jadi korban percerain muda tidak terjerumus pada dunia hiburan malam jadi PSK,"pungkasnya.

Reporter : Akhtar R