Yakinkah, Banjir Bandang di Cigombong Akibat Siklus Alam ?

Yakinkah, Banjir Bandang di Cigombong Akibat Siklus Alam ?

(Foto: Lokasi Sungai Cisereh paska bencana banjir bandang)

Cigombong- Paska peristiwa bencana banjir bandang yang menerjang Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan kemarin. Kondisi air sungai Cisereuh yang sempat meluap hingga terjadi bencana banjir bandang, Kamis (1/10/2020) terlihat mengering.

Hal itu diketahui saat meninjau titik lokasi di Palalangon, kawasan kaki Gunung Salak, yang juga sudah menjamur berdirinya villa-villa mewah. Jadi maklum jika ada warga setempat, menuding adanya bangunan permanen yang diduga berdiri diatas lahan Negera. Karena tidak sedikit villa itu berdiri dibibir tebingan sungai.

"Betul di sini banyak villa-villa yang dibangun diatas tanah bekas perkebunan. Bahkan kemarin terjadi banjir, juga ada villa yang tanahnya tergerus air,"jelas seorang warga Kampung Loji saat berbincang-bincang dengan wartawan media online ini.

Berdasarkan penuturan warga, aliran Sungai Cisereuh yang airnya dulu bening mengalir ditengah kawasan lahan eks perkebunan teh. Namun seiring waktu berjalan terjadi perubahan alam hingga adanya bangunan-bangunan villa dikawasan kaki Gunung Salak.

Kendati demikian, Pemerintah Kecamatan Cigombong, meyakini jika faktor alamlah bencana alam banjir bandang yang meratakan lahan tani milik warga Desa Pasir Jaya itu terjadi. Meskipun sejatinya diperlukan kajian untuk menyimpulkan sebab dari akibat adanya peristiwa tersebut. Apakah benar karena siklus alam atau campur tangan manusia?.

"Memang ada vila dan beberapa rumah yang rusak di Desa Pasir Jaya dan Tugu Jaya, namun itu bukan karena ada alih fungsi lahan ataupun kesalahan tanam tetapi menurut tokoh masyarakat setempat berusia 80 tahun hal ini terjadi karena siklus 15 hingga 20 tahun plus karena derasnya hujan yang turun atau cuaca ekstrim pada pekan lalu," jelas Asep Achdiat Sudrajat, Sekretaris Camat (Sekcam) Cigombong menyampaikan kepada wartawan.

Terpisah, Kepala Desa Pasir Jaya, Suhanda Hendrawan menambahkan, terdampak bencana banjir bandang yang menerjang wilayahnya, berakibat rusaknya akses jembatan penghubung lintas desa. Paling parah, kata dia, tanaman pertanian milik warga disepanjang sungai Cisereuh tersapuh air bandang.

"Air yang meluap Senin sore kemarin dari Sungai Cikeduk ke kebun, sawah milik warga hingga ke atas jalan mengakibatkan jembatan desa rusak hingga hanya layak digunakan untuk satu mobil saja. Mengenai lahan garapan yang beralih ke bangunan vila itu memang banyak," kata Kepala Desa yang akrab disapa Atok ini.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih dan 218 batang pipanisasi dari Dinas PUPR. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

"Kami dari Dinas PUPR melakukan ecek kelokasi dan mencatat kebutuhan pipanisasi yang harus diganti, dan akhirnya kebutuhan vivanisasi sekitar 218 batang untuk kebutuhan sepanjang jarak yang harus dipasang. Alhamdulilah bantuan sudah kami salurkan ke Desa pasir jaya dengan jumlah 218 batang sesuai kebutuhan. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini bisa bermanfaat buat warga Desa Pasir Jaya,"tukas Latasar Lubis, Kabid Pernyataan Lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Liputan : Egy Firmansyah | Asep Saprudin Editor : Asep Saprudin