Yuk, Salurkan Hak Pilih Dengan Jujur, Hati Hati Jika Menabur Money Politik Bisa Terjerat Sanksi

Yuk, Salurkan Hak Pilih Dengan Jujur, Hati Hati Jika Menabur Money Politik Bisa Terjerat Sanksi

Penulis : Susilo Utomo

 (Aktivis Medsos Grup SurGa Bogor)

PESTA DEMOKRASI rakyat enam tahunan dalam Pememilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tinggal hitungan jari. Masyarakat di 273 desa Kabupaten Bogor, bakal menyalurkan aspirasinya dibilik suara pada 3 November 2019 mendatang.

Hajatan demokrasi tanpa parpol ini menjadi penentu pembangunan desa menuju kota, menindaklanjuti semangat pemerintah pusat dalam menyongsong kemandirian ekonomi pedesaan. Karena itu akan terwujud dengan lahirnya sosok kades yang jujur, inovasi dan pekerja keras.

Untuk itulah momentum pilkades serentak ini menjadi harapan terlahirnya sosok pemimpin harapan masyarakat. Namun demikian, itu dikembalikan lagi kepada warga dalam menyalurkan hal pilih.

Kuncinya ialah dengan menilai secara jernih dengan mempertimbangkan bibit, bobot dan bebet. Karena ada istilah populer yaitu “Pemimpin adalah cerminan Masyarakatnya”, jadi kitalah sebagai pemilih yang jadi kunci, ketika rakyat baik maka baik pula pemimpinnya, segera harus kita kikis budaya pragmatisme dalam demokrasi yang dimana uang menjadi faktor hilangnya objektifitas dalam memilih pemimpin.

Karena ketika itu yang masyarakat pilih resikonya akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berorientasi Kapital dan hanya memikirkan pribadinya dan rakyat pun akan kehilangan daya kritis karena sudah dibeli suaranya. Pemkab Bogor melalui statement pers Bupati juga akan concern menekan dan membuat aturan tegas terkait politik uang di pilkades, “ini yang sedang kami bahas juga.

Termasuk apa sanksi dan hukumannya, PemKab Bogor menghimbau masyarakat agar tidak menerima uang dari Calon Kades” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin yang saya tukil dari deriknews Jum’at 25 Oktober 2019.

Jadi panitia pilkades pun harus menjaga netralitasnya, karena penyelenggara adalah kunci kesuksesan pilkades, jangan sampai ada panitia pilkades yang mencederai pesta demokrasi tingkat desa ini dengan condong terhadap salah satu calon Kepala Desa.

Makanya yu kita semua mulai hari ini berpikir jernih dalam menentukan sikap untuk memberikan dukungan kita ke sosok yang tepat, sehingga perjalanan pembangunan di Desa tidak terhambat dan melahirkan para Kepala Desa yang amanah demi membawa masyarakatnya menuju gerbang Kesejahteraan.

Untuk itu saya kembali mengingatkan, mari kita sama sama sukseskan Pilkades serentak 3 November 2019, dengan menggunakan hak pilih secara jujur. Pun jaga kelangsungan perhelatan demokrasi dengan menciptakan iklim sejuk.(*)